Puisi Pelaut
Sepi sendiri sang pengembara
Dalam hening damai cakrawala tak berujung//menumbuhkan benih-benih kerinduan//kepada pantai dan dermaga//dimana akar dan pucuk pohon rasa memulai//
Biduk terarah menuju cahaya keemasan sang mentari//mengundang malam, melukiskan guratan senja kemerahan//pada ujung pantai dan dermaga//dimana akar dan pucuk pohon melambai//
Dalam kegelapan malam menjelang pagi, dalam dingin yang menusuk kerinduan//biduk terarah bertuntunkan bintang//menuntun perahu merapat ke pantai dan dermaga//mentari membiaskan siluet daratan tempat akar dan pucuk pohon menyambut//
Sang pengembara sudah pulang//dalam kerinduan yang tak terperikan//akan pantai dan dermaga//akan akar dan pucuk pohon yang menunggu..menawarkan kehangatan dalam teduh….
Sepi sendiri sang pengembara
Biduk terarah menuju cahaya keemasan sang mentari//mengundang malam, melukiskan guratan senja kemerahan//pada ujung pantai dan dermaga//dimana akar dan pucuk pohon melambai//
Dalam kegelapan malam menjelang pagi, dalam dingin yang menusuk kerinduan//biduk terarah bertuntunkan bintang//menuntun perahu merapat ke pantai dan dermaga//mentari membiaskan siluet daratan tempat akar dan pucuk pohon menyambut//
Sang pengembara sudah pulang//dalam kerinduan yang tak terperikan//akan pantai dan dermaga//akan akar dan pucuk pohon yang menunggu..menawarkan kehangatan dalam teduh….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar